detikcom - Kamis, 18 Maret
Seorang pejalan kaki tertabrak kereta api (KA) Komuter Jurusan Sidoarjo-Surabaya (Gubeng). Akibatnya, korban bernama Mus Asan (57) warga Kedung Kempul, Jrebeng, Wonomerto, Probolinggo ini tewas seketika.
Kondisi tubuh korban bagian kaki dan tangan hancur terlindas kereta, bahkan dompet yang berisikan uang sekitar Rp 800 ribu dan kartu identitasnya juga hancur.
Dari informasi yang dihimpun, kejadian tewasnya warga Probolinggo itu sekitar pukul 18.15 WIB. Di perlintasan kereta api di KM 11 + 050 antara Waru - Sidoarjo, yang lokasi kejadiannya dekat dengan selter KA Komuter Jemursari.
Sebelum kejadian itu, KA Komuter yang dimasinisi Darminto berhenti untuk mengangkut penumpang ke arah Surabaya (Stasiun Gubeng). Ketika kereta berangkat, korban yang mengenakan pakaian kaos putih dan membawa tas cangklong warna hitam yang berisikan pakaian, langsung menyelonong dan menyeberang. Akibatnya, korban langsung disambar kereta, dan tubuh bagian kaki serta tangannya hancur terlindas KA.
"Saya tidak tahu kronologis kejadiannnya. Setelah korban tertabrak, kereta langsung berhenti dan membawa korban ke Satsiun Gubeng. Selanjutnya nanti dikirim ke kamar jenazah Rumah Sakit Dr Soetomo," kata anggota Satlantas Polres Surabaya Timur, Aiptu Paimin, kepada wartawan di Stasiun Gubeng, Rabu (17/3/2010).
Paimin mengatakan, setelah pihaknya mendapatkan data dari petugas Stasiun Gubeng, pihaknya akan menyerahkan kasus tersebut ke Polsek Wonocolo sesuai dengan lokasi tempat kejadian perkara.
Sementara itu, Kapolsek Wonocolo AKP Esti Oetami Setija mengatakan mendengar kabar pejalan kaki yang tertabrak KA Komuter. Namun, dirinya masih belum mendapatkan data tentang kejadian itu.
"Saya masih menunggu anggota saya yang masih di Kamar Jenazah Rumah Sakit Dr Soetomo," jelas AKP Esti.

0 comments:
Post a Comment