Minggu, 21 Maret 2010Makassar - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan menanam pohon di lokasi pembangunan "Center Point of Indonesia" (CPI) Makassar, pada Selasa (23/3).
Rencana tersebut dikemukakan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Sulsel Muhammad Tamzil di Makassar, Sabtu menyusul rencana Sulsel menanam 2,2 juta pohon secara massal dan serentak di 1.133 desa, 180 kecamatan di 24 kabupaten dan kota Sulsel pada Senin (22/3).
"Penanaman pohon tersebut akan dipusatkan di Kabupaten Pangkep dan secara serentak diikuti oleh seluruh kabupaten lainnya pada pukul 09.00-12.00 wita," katanya.
Selain penanaman pohon akan dilakukan pula transplantasi terumbu karang di 101 pulau yang ada di Makassar dan Pangkep serta penebaran lebih dari dua juta ikan air tawar di 12 kabupaten dan kota di Sulsel.
Menurutnya, kegiatan ini berdasar pada keprihatinan pemerintah daerah terhadap meluasnya lahan kritis, kerusakan terumbu karang dan isu pemanasan global.
Luas lahan kritis di Sulsel pada 2009 tercatat mencapai 1,1 juta ha atau 26 persen dari tiga juta ha total lahan hutan Sulsel.
"Selain itu, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dan dukungan terhadap program nasional penanaman satu miliar pohon dan penghijauan Sulsel," jelasnya.
Selain presiden lima menteri yaitu, menteri lingkungan hidup, perikanan dan kelautan, pekerjaan umum, kehutanan dan pertanian juga akan hadir.
Penanaman pohon akan diprioritaskan pada jalan provinsi dan pedesaan sepanjang 2.220 km serta jalur hijau dan perkebunan.
"Satu juta pohon akan ditanam di pinggir jalan untuk mengurangi emisi gas buang dan sisanya di jalur hijau," jelasnya.
Sementara transplantasi karang diharapkan dapat mengurangi kerusakan terumbu karang yang mencapai 60 persen dari 5.700 kilometer persegi luas terumbu karang di Sulsel.
"Transplantasi karang ini akan melibatkan masyarakat agar warga ikut memelihara, terlebih karang yang dicangkok ini bernilai jual," katanya yang menambahkan pengawasannya akan terus dilakukan oleh balai konservasi sumber daya alam.
Sementara penebaran dua juta bibit ikan air tawar akan diutamakan di daerah yang tingkat konsumsi ikannya rendah.
"Sebanyak 1,3 juta ekor bibit akan disebar di Danau Tempe Kabupaten Wajo serta Kabupaten Bone dan Soppeng," jelas Kepala Dinas Perikanan Sulsel Iskandar.
Tujuan utama lainnya adalah pemerataan tingkat konsumsi ikan masyarakat mengikuti standar FAO yaitu 30 kilogram per kapita per tahun.
"Konsumsi ikan Indonesia di Sulsel sebenarnya sudah tinggi yaitu 40 kilogram per kapita per tahun namun belum merata ke daerah pedalaman," jelasnya.
Nilai tambah yang diharapkan dari tiga kegiatan lingkungan ini adalah pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan membuat rekor baru transplantasi terumbu karang, memecahkan rekor penebaran satu juta bibit ikan di Sungai Musi Sumsel dan penanaman pohon di 33 kecamatan dan 400 desa.
Pemprov Sulsel tidak menyebutkan secara rinci jumlah anggaran yang digunakan untuk kegiatan ini namun anggaran yang digunakan untuk penebaran bibit ikan sebesar Rp700 juta dan transplantasi karang Rp430 miliar dari APBD.
Sementara penanaman pohon selain disiapkan oleh pemerintah pusat dan daerah, bibit dan operasionalnya banyak didukung oleh program sosial perusahaan swasta dan perorangan.
Antara

0 comments:
Post a Comment